Akhirnya, aku berani diri untuk mendatangi rumah Olfi. Gadis yang aku jumpai beberapa hari lalu dikantor pos. Tepat ketika aku akan mengirimkan uang hasil ngamen untuk ibuku di kampung. Melalui kantor pos aku mengirimnya,seperti biasa.
Olfi
Gadis yang menghentikan kebiasaan tak lazimku ‘ membersihkan lubang hidung dari segala jenis gangguan kekotoran ‘.
Pagar rumah mewah itu terkunci. Aku celingukan mengharap wajah manis Olfi didalam sana. Lima menit……sepuluh……lima belas…dua puluh lima menit sudah aku hanya memegangi pintu pagar dari luar. Tak ada tanda tanda satu manusiapun yang akan membukanya.
Aku punya inisiatif untuk memanjat saja karena tak ada seorangpun didalam sana. Ku teriaki , Olfi tidak kunjung keluar juga. Inilah jalan satu satunya untuk menemui olfi. Huh.. penuh perjuangan juga hanya untuk mengenal lebih dekat dengan Olfi. Perjuanganku hampir berhasil dengan beradanya tubuhku di area dalam rumah Olfi. Dan, sial !!!!. bayang wajah serta senyum manis Olfi mendadak lenyap dari kepalaku bertepatan dengan sebuah benda bergerak cepat sambil menggonggong marah ke arahku. Spontan.Ciut nyaliku. Ludah di mulutku terasa tawar tanpa rasa. Aku begitu shock.
Aku harus maklum, ia memang ditugaskan tuannya untuk menghalau tamu tak di undang macam ku.
Pagar rumah mewah itu terkunci. Aku celingukan mengharap wajah manis Olfi didalam sana. Lima menit……sepuluh……lima belas…dua puluh lima menit sudah aku hanya memegangi pintu pagar dari luar. Tak ada tanda tanda satu manusiapun yang akan membukanya.
Aku punya inisiatif untuk memanjat saja karena tak ada seorangpun didalam sana. Ku teriaki , Olfi tidak kunjung keluar juga. Inilah jalan satu satunya untuk menemui olfi. Huh.. penuh perjuangan juga hanya untuk mengenal lebih dekat dengan Olfi. Perjuanganku hampir berhasil dengan beradanya tubuhku di area dalam rumah Olfi. Dan, sial !!!!. bayang wajah serta senyum manis Olfi mendadak lenyap dari kepalaku bertepatan dengan sebuah benda bergerak cepat sambil menggonggong marah ke arahku. Spontan.Ciut nyaliku. Ludah di mulutku terasa tawar tanpa rasa. Aku begitu shock.
Aku harus maklum, ia memang ditugaskan tuannya untuk menghalau tamu tak di undang macam ku.
Dengan kesadaran yang tersisa, reflek aku terbirit birit menyelamatkan tubuh kurusku dari terkaman anjing ganas sebesar tubuh tambun si Sentot, temanku mengamenku.
Meski aku berusaha lari secepat kilat,toh anjing berbody tambun itu jauh lebih lincah meski gemuk dibanding aku. Terbukti, dengan akurat dia berhasil menggigit ujung celana bagian pantatku. Robek.
Sekuat tenaga aku berjuang melepaskan gigitannya….berhasil.. aku berlari lagi sekuat tenaga yang aku punya.
Kembali aku lompati pagar yang aku naiki dengan susah payah untuk bisa masuk tadi. Kali ini begitu mudahnya aku bergerak melompat dicampur rasa takut yang berjibun. Sepatu butut warisan bapakku yang kata teman teman se profesiku di sebut curut binatang mirip tikus menyangkut di ujung pagar ketika kaki ku bersiap melompatinya. . . .
Si anjing semakin dekat…aku pasrah…sambil ngos ngosan tak terkira….. tamatlah riwayatku dimakan anjing…..!.
Meski aku berusaha lari secepat kilat,toh anjing berbody tambun itu jauh lebih lincah meski gemuk dibanding aku. Terbukti, dengan akurat dia berhasil menggigit ujung celana bagian pantatku. Robek.
Sekuat tenaga aku berjuang melepaskan gigitannya….berhasil.. aku berlari lagi sekuat tenaga yang aku punya.
Kembali aku lompati pagar yang aku naiki dengan susah payah untuk bisa masuk tadi. Kali ini begitu mudahnya aku bergerak melompat dicampur rasa takut yang berjibun. Sepatu butut warisan bapakku yang kata teman teman se profesiku di sebut curut binatang mirip tikus menyangkut di ujung pagar ketika kaki ku bersiap melompatinya. . . .
Si anjing semakin dekat…aku pasrah…sambil ngos ngosan tak terkira….. tamatlah riwayatku dimakan anjing…..!.
**BERSAMBUNG

