Rabu, 28 Mei 2008

~BALLADA CINTA PENGAMEN JALANAN

Akhirnya, aku berani diri untuk mendatangi rumah Olfi. Gadis yang aku jumpai beberapa hari lalu dikantor pos. Tepat ketika aku akan mengirimkan uang hasil ngamen untuk ibuku di kampung. Melalui kantor pos aku mengirimnya,seperti biasa.
Olfi
Gadis yang menghentikan kebiasaan tak lazimku ‘ membersihkan lubang hidung dari segala jenis gangguan kekotoran ‘.

Pagar rumah mewah itu terkunci. Aku celingukan mengharap wajah manis Olfi didalam sana. Lima menit……sepuluh……lima belas…dua puluh lima menit sudah aku hanya memegangi pintu pagar dari luar. Tak ada tanda tanda satu manusiapun yang akan membukanya.
Aku punya inisiatif untuk memanjat saja karena tak ada seorangpun didalam sana. Ku teriaki , Olfi tidak kunjung keluar juga. Inilah jalan satu satunya untuk menemui olfi. Huh.. penuh perjuangan juga hanya untuk mengenal lebih dekat dengan Olfi. Perjuanganku hampir berhasil dengan beradanya tubuhku di area dalam rumah Olfi. Dan, sial !!!!. bayang wajah serta senyum manis Olfi mendadak lenyap dari kepalaku bertepatan dengan sebuah benda bergerak cepat sambil menggonggong marah ke arahku. Spontan.Ciut nyaliku. Ludah di mulutku terasa tawar tanpa rasa. Aku begitu shock.
Aku harus maklum, ia memang ditugaskan tuannya untuk menghalau tamu tak di undang macam ku.
Dengan kesadaran yang tersisa, reflek aku terbirit birit menyelamatkan tubuh kurusku dari terkaman anjing ganas sebesar tubuh tambun si Sentot, temanku mengamenku.
Meski aku berusaha lari secepat kilat,toh anjing berbody tambun itu jauh lebih lincah meski gemuk dibanding aku. Terbukti, dengan akurat dia berhasil menggigit ujung celana bagian pantatku. Robek.
Sekuat tenaga aku berjuang melepaskan gigitannya….berhasil.. aku berlari lagi sekuat tenaga yang aku punya.
Kembali aku lompati pagar yang aku naiki dengan susah payah untuk bisa masuk tadi. Kali ini begitu mudahnya aku bergerak melompat dicampur rasa takut yang berjibun. Sepatu butut warisan bapakku yang kata teman teman se profesiku di sebut curut binatang mirip tikus menyangkut di ujung pagar ketika kaki ku bersiap melompatinya. . . .
Si anjing semakin dekat…aku pasrah…sambil ngos ngosan tak terkira….. tamatlah riwayatku dimakan anjing…..!.
**BERSAMBUNG

Senin, 26 Mei 2008

~ EFEK BURUK TULISAN GUE

Maaf in….

Kalo tulisanku melintir melintir. Enggak tentu arah. Dari segi bahasa yang kurang enak dibaca. Dari segi penampilan masih sangat norak. Maklum. Aku baru saja tamat sekolah es - em – a beberapa tahun lalu. Harusnya sih tahun depan adalah genap sewindu,delapan tahun aku duduk dibangku sekolahan yang sudah ku anggap rumah sendiri. Dan ibu guru disana yang ramah tapi lebih sering marah pada ku sudah aku anggap emak sendiri.
Sayang, pihak kepala sekolah terlalu buru buru membuat aku keluar dari sana. Lulus. Itu istilah yang mereka buat. Demi nama baik sekolah alasannya. Sebab, bila berlama lama menampungku sebagai murid, mereka kehilangan muka.
Setamat sekolah aku bersusah payah melamar pekerjaan. Entah sudah berapa ratus orang personalia yang aku temui. Jawaban mereka sama, TIDAK ADA LOWONGAN untukku yang berijazah nilai merah menurut mereka. Padahal guru disekolahku menulis lembaran ijazahku dengan tinta warna hitam. Jadi.....hingga detik ini aku masih menganggur !!.

Maaf in….
Kalo membaca tulisan ini membuat anda mules, pusing dan demam. Sebab, aku tidak pernah belajar menulis. Baik itu cerita ataupun berita. Disekolah, aku selalu mendapat nilai empat atas pekrjaan mengarang yang ditugaskan bu guru padaku. Tapi aku cukup senang dengan nilai itu. Aku masih mendapatkannya sekalipun cuma empat !. Dari pada teman sebangku ku, yang mendapatkan nilai sembilan atas pekerjaan mengarang tapi ibunya dirumah yang membuat karangan. Ditambah lagi dia adalah orang jauh lebih berada dari padaku. Sekalipun ia tidak dapat membaca, [ lebih tepatnya ia tidak lancar membaca karena masih mengeja hurf demi huruf. Apalagi menulis !.]. Dan lagi aku berpikir, pelajaran bahasa tidak begitu penting setelah lulus dan bekerja. Toh para eksekutif dan orang gede an juga tidak berbahasa dengan baik. Yang penting banyak teman dan koneksi.

Maaf in….
Kalo setelah membaca tulisan ini anda harus di opname ke rumah sakit lantaran muntaber .
Bukan maksudku memberi effek sedahsyat itu pada tulisanku. Menurut penelitian orang orang pinter…..
Tulisanku susah dibaca, membuat sakit mata. Kalopun dipaksakan membaca akan membuat kepala pusing. Kalo masih dipaksakan juga membacanya, memakan waktu yang lama untuk dimengerti. Anda akan lupa makan,lupa tidur, terus masuk angin . . . ,di kerok in enggak mempan . . . .dan yang lebih serius lagi anda harus terkena muntaber !!.

Maaf in…..
Aku harus lebih banyak belajar dan membaca untuk menulis ini_agar anda yang membacanya tetap sehat wal afiat…segar dan buggaaaarrrrrr….